Materi
Assalamualaikum, semangat malam bestie-bestie PHI!
Izinkan saya dan Afifah berbagi pengalaman mengenai proses memperoleh tender di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat), yang tidak jarang membuat kami harus menarik napas panjang dan menahan rasa lelah. Nantinya juga akan ada cerita dari Mas Indra, Pak Arthur, dan Mbak Endah, yang turut merasakan dinamika dalam berinteraksi dengan rekan-rekan di RSPAD. Singkatnya, banyak pengalaman berharga dan cerita menarik yang kami lalui.
Secara umum, alur prosesnya hampir sama dengan rumah sakit umum lainnya, namun terdapat beberapa perbedaan dalam istilah maupun struktur. Berikut kami rangkum garis besar proses tersebut beserta penjelasan singkat terhadap istilah atau singkatan yang umum digunakan:
1. Tahapan Awal Demo dan Presentasi
Langkah pertama adalah melakukan demo dan presentasi produk ke divisi atau departemen terkait. Biaya kegiatan ini telah ditentukan oleh masing-masing unit. Jika presentasi diterima dengan baik, maka Kepala Koordinator Divisi (misalnya dari Divisi Bedah Plastik, Bedah Onkologi, atau Bedah Umum) akan membuat Nota Dinas yang ditujukan ke Kepala Departemen. Untuk divisi yang sudah berbentuk departemen seperti THT, Mata, dan Orthopedi, Nota Dinas langsung ditujukan ke Penunjang Medis tanpa melalui Kepala Departemen.
2. Proses di Penunjang Medis dan Kabagrendal
Di bawah Penunjang Medis terdapat bagian KABAGRENDAL (Kepala Bagian Perencanaan dan Pengendalian). Pada tahap inilah kita harus memastikan bahwa Nota Dinas sudah diterima oleh pihak terkait. Apabila Nota Dinas belum diterima, kita perlu menelusuri di mana prosesnya terhambat. Kendalanya bisa terjadi karena surat tersebut belum dibuat oleh Departemen, atau masih tertahan di Jangmed (Jajaran Medik).
Perlu dicatat, mendapatkan Nota Dinas dari Divisi atau Departemen bukanlah hal mudah, karena masing-masing subspesialis memiliki kebutuhan dan prioritasnya sendiri. Belum lagi jika Kepala Departemen atau Kepala Divisi memiliki karakteristik yang kompleks.
3. Strategi Pendekatan Personal
Pendekatan personal menjadi sangat penting. Kami mencari sosok yang berpangkat tinggi dan memiliki pengaruh kuat. Contohnya:
- Di Bedah Plastik: Jenderal Asrofi dan Jenderal Budiman.
- Di Orthopedi: Letjen Dr. Robert dan dr. Basuki (Koordinator).
- Di THT: dr. Risman (andalan Mbak Endah).
- Di Bedah Onkologi: dr. Dewa.
Sosok-sosok inilah yang kami harapkan bisa membantu mendorong Jangmed agar alat kami mendapat prioritas.
4. Setelah Nota Dinas Masuk Kabagrendal
Jika Nota Dinas sudah tercatat di Kabagrendal, itu adalah kabar baik tapi bukan jaminan alat akan dibeli. Banyak hal tak terduga bisa terjadi, seperti pergantian manajemen (Jangmed maupun Kabagrendal), yang membuat kita harus membangun hubungan baru dari awal.
Proses negosiasi pun bisa sangat dinamis. Jika nilai pengajuan alat di bawah 1 miliar, negosiasi cukup sampai Jangmed. Namun jika di atas 1 miliar, maka harus melalui Wakarumkit (Wakil Kepala Rumah Sakit). Uniknya, walaupun Wakarumkit menyetujui, belum tentu Jangmed akan meloloskan.
5. Setelah Disetujui
Setelah seluruh pihak menyetujui dan alat kita diklik oleh bagian PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui:
- Pendekatan ke bagian Gudang untuk pengantaran alat. Kepala Gudang biasanya seorang Kolonel dan memiliki tim tersendiri.
- Dokumentasi serah terima alat (jangan lupa foto serah terima).
- Uji fungsi alat, yang melibatkan user, PPK, dan bagian OK. Mencari waktu yang cocok untuk semua pihak tidak mudah.
- Proses faktur di bagian PPG, biasanya memakan waktu sekitar 1 bulan.
- Audit oleh bagian Wasrik (pengawasan dan pemeriksaan), dan sekitar 3–6 bulan kemudian bisa ada audit lanjutan dari IJTENAD (Inspektorat Jenderal TNI AD) secara acak, langsung ke kantor dengan rombongan dipimpin Jenderal.
Setelah melewati seluruh proses inilah, kita bisa benar-benar bernapas lega.
Pelajaran yang Bisa Diambil:
- Pahami terlebih dahulu struktur dan alur di setiap divisi dan departemen.
- Temukan sosok user yang berpangkat tinggi dan berpengaruh.
- Lakukan follow-up secara konsisten dan intensif.
- Bangun pendekatan dan hubungan baik dengan berbagai pihak lintas unit.
- Libatkan Head Office (HO) jika sudah menemui jalan buntu.
- Selalu peka terhadap perubahan jabatan dan struktur karena di RSPAD, hal ini sering terjadi dan bisa berdampak besar.
Demikian uraian singkat dari kami. Semoga bermanfaat dan bisa diambil hikmahnya. Terus semangat dan sukses selalu untuk kita semua!
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.