Sharing Session

Sharing Time Session PUSEN Area Semarang

30 May 2025
Anitiya Dewi Hapsari Anitiya Dewi Hapsari

Materi

Selamat malam teman-teman,

Malam ini Anit ditunjuk untuk sharing mengenai perjalanan Pusen di area Anit (Semarang).

Sebelumnya, terima kasih banyak kepada Teteh, Mba Endah, Mba Chelsy yang sudah memberikan kesempatan kepada Anit untuk sharing ke teman-teman terkait project Pusen di area Semarang.

Berawal dari event UAA (Urological Association of Asia) di Bali, beberapa user di area Anit sudah bertemu dengan Mba Endah, salah satunya dr. Adi Soedarso, Sp.U. Setelah itu, Anit melakukan follow up secara rutin (day by day), termasuk ke dokter-dokter lainnya.

Saat ini, Pusen sudah masuk di salah satu rumah sakit swasta di area Anit, yaitu RS Keluarga Sehat, dengan tipe rumah sakit tipe C dan mayoritas pasiennya adalah pasien BPJS. Rumah sakit tersebut termasuk rumah sakit baru yang baru beroperasi sekitar 2 tahun, sehingga jumlah pasiennya belum terlalu banyak.

Dalam prosesnya, terdapat banyak pro dan kontra dari pihak manajemen. Beberapa poin yang menjadi pertimbangan antara lain:

  1. Lifetime alat yang hanya 4 jam.
  2. Kekhawatiran over klaim BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) karena penggunaan scope yang dianggap terlalu lama pada pasien.

Pada akhirnya, setelah dilakukan perhitungan oleh bagian pengadaan, pihak rumah sakit sempat menilai bahwa penggunaan 1 scope tersebut berpotensi merugikan rumah sakit. Bahkan, dari pihak rumah sakit sempat ada rencana untuk melakukan KSO (Kerja Sama Operasional) dengan brand lain dan tidak menggunakan Pusen. Namun karena user tetap bersikeras memilih Pusen, pihak pengadaan akhirnya mencari solusi agar tidak terjadi over klaim BPJS dan tetap bisa menggunakan Pusen. Dalam hal ini, dilakukan juga negosiasi harga oleh Mba Endah dan Mas Bimo dengan pihak pengadaan rumah sakit.

Dari sisi user, dr. Adi Soedarso, Sp.U merekomendasikan Pusen untuk pengadaan di rumah sakit tersebut, karena di rumah sakit sudah tersedia laser tetapi belum memiliki scope URS (Ureteroscopy). Saat Anit melakukan sounding ke dr. Adi Soedarso, Sp.U, dr. Yurisal, Sp.U, dan Ka. IBS, pihak rumah sakit langsung meminta penawaran dan mengajukannya ke bagian pengadaan.

Menariknya, pada saat itu belum ada pasien RIRS (Retrograde Intrarenal Surgery) sama sekali. Namun mindset dari Ka. IBS (Instalasi Bedah Sentral) adalah menyediakan alat yang nantinya akan dibutuhkan, sehingga ketika ada kasus pasien, alat tersebut sudah ready. Selain itu, pada saat itu kompetitor lain juga belum ada yang memasukkan penawaran ke rumah sakit tersebut.

Di area Semarang sendiri, pergerakan kompetitor tidak kalah gesit dibandingkan Pusen, seperti Redpine, Lafacos, dan Endo.

Saat ini, Anit juga masih berjuang di rumah sakit swasta dan rumah sakit pemerintah lainnya untuk melawan kompetitor. Oleh karena itu, Anit harus sering-sering berkunjung ke IBS untuk mengetahui pergerakan kompetitor sejauh mana.

Pusen juga akhirnya mendapatkan kesempatan demo di RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat)  Kariadi dengan dibantu oleh Mba Endah melalui dr. Nanda, Sp.U. Demo tersebut berjalan kurang lebih selama 2 minggu, melibatkan beberapa dokter lain seperti dr. Sofyan, Sp.U, dr. Ardi, Sp.U, dan dr. Adi, Sp.U. Pada saat yang sama, kompetitor lain seperti Redpine dan Lafacos juga sudah melakukan trial, dan saat ini masih berjalan trial dari Endo. Harapannya, semoga ke depannya RSUP Kariadi dapat memilih Pusen.

Poin penting dari sharing di atas, sesuai arahan DSM (District Sales Manager )saya, Mas Bimo, adalah bahwa kunci utama dalam tim adalah komunikasi yang baik dengan tim cabang dan HO (Mba Endah, Mba Chelsy, Mba Dewi). Apapun kelemahan Pusen, baik dari sisi lifetime yang 4 jam maupun harga yang berada di atas kompetitor, jika user sudah kuat, maka pihak manajemen akan mencari solusi.

Bukan hanya dokter yang perlu kita perkuat, tetapi juga Ka. IBS dan perawat urologi. Karena pada pengalaman kemarin, kompetitor sudah mulai masuk melalui Ka. IBS  dan pengadaan, namun karena respons dari mereka kurang, akhirnya mereka tidak mendapatkan peluang.

Buat teman-teman semua tetap semangat, karena semua akan Pusen pada waktunya 

Sekian sharing dari Anit. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyampaian. Jika ada tambahan atau masukan dari teman-teman yang lain, sangat terbuka

Edited by Tim IT - PHI Updated 5 days ago

QnA Sesi

Di RS Keluarga Sehat, total klaim adalah sebagai berikut:

  • Kelas 1: Rp10,5 juta
  • Kelas 2: Rp8 juta
  • Kelas 3: Rp6,8 juta

Berdasarkan update terbaru, perhitungan di RS Keluarga Sehat menggunakan tarif Rp80.000 per menit untuk scope pasien, sehingga tinggal dikalikan dengan durasi pemakaian (dalam menit).

Untuk scope URS sendiri, budget yang dialokasikan sebesar Rp2,3 juta, sehingga estimasi waktu pemakaian sekitar 20–30 menit per pasien.

Adapun rincian total klaim keseluruhan selanjutnya akan diatur oleh tim IBS.

Kalau dari sisi Anit sendiri, penguatan dilakukan di level user, khususnya di area Yanti, dengan menjalin hubungan yang baik—baik dari tim kami maupun dari atasan. Selain itu, secara konsisten disampaikan keunggulan Pusen, bahwa Pusen merupakan satu-satunya scope URS yang dilengkapi fitur suction.

Di area Anit, user cukup berani dan vokal, sehingga manajemen cenderung mengikuti rekomendasi dan masukan dari dokter.

Noted

Noted (Keterangan Singkatan):

  • UAA : Urological Association of Asia
  • Sp.U : Spesialis Urologi
  • FU : Follow Up
  • BPJS : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
  • RS : Rumah Sakit
  • RSUP : Rumah Sakit Umum Pusat
  • IBS : Instalasi Bedah Sentral
  • URS : Ureteroscopy
  • RIRS : Retrograde Intrarenal Surgery
  • KSO : Kerja Sama Operasional
  • DSM : District Sales Manager

HO : Head Office

Kembali