Materi
Assalamu’alaikum, selamat malam teman-teman semua dan senior
Bagi yang belum mengenal saya, perkenalkan nama saya Asma, biasa juga dipanggil Asti, dari Axelia Makassar
Terima kasih kepada Tim HO Teh Yuli, Pak Decky, dan Mbak Lili yang sudah memberikan saya kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan tema:
“Mencapai Satu Tujuan di Teaching Hospital” secara khusus di Departemen Orthopedi. Dalam Departemen Orthopedi terdapat banyak konsulen yang terbagi ke dalam beberapa subspesialis, seperti:
Hand, Foot/Ankle, Sport, Spine, serta Hip and Knee.
Dikarenakan produk yang saya bawa fokus di upper dan lower extremities, maka saya lebih fokus pada subspesialis: Hand, Foot/Ankle, Hip/Knee, dan Sport.
Adapun konsulen yang menjadi fokus saya, yaitu:
- Hand: dr. Ira, Sp.OT(K) Hand dan dr. Dheddie, Sp.OT(K) Hand
- Foot/Ankle: dr. Benny, Sp.OT(K)
- Hip/Knee: dr. Andry Usman, Sp.OT(K) dan dr. Nur Rahmanyah, Sp.OT(K)
- Sport: dr. Sakti, Sp.OT(K)
- Onkologi Ortopedi (Onko): dr. Petrus Johan, Sp.OT(K)
Seperti yang sudah kita ketahui, peng-cover-an di teaching hospital memiliki banyak variasi kasus operasi, mulai dari hand, wrist, foot/ankle, hip/knee, hingga spine.
Biasanya, jika ada tindakan operasi yang menggunakan Osteomed, konsulen akan meminta residen untuk menghubungi vendor.
Pada awalnya saya cukup bingung, karena setiap akan ada operasi biasanya ada 3–5 residen yang menghubungi saya untuk memastikan alat ready atau tidak. Dari sini saya melihat peluang untuk mulai mengenal mereka lebih dekat.
Biasanya saya mencari tahu terlebih dahulu siapa chief residen di tahun tersebut, sehingga memudahkan saya untuk berkomunikasi di IBS apabila ada hal-hal yang perlu saya ketahui.
Selain itu, para residen juga sering meminta saya untuk ikut masuk ke ruang operasi. Karena jika saya ikut mendampingi, suasana di IBS biasanya lebih tenang dan residen tidak terlalu sering kena omelan dari konsulen.
Di sela-sela menunggu operasi, saya sering mengajak mereka mengobrol. Apalagi di awal penggunaan Osteomed di RSUP Wahidin, saya memang sering standby di IBS untuk mendampingi operasi.
Dari seringnya saya mendampingi operasi di Wahidin, otomatis hampir semua residen yang mendapat giliran jaga di OK sudah mengenal saya. Mayoritas residen sekarang pun sudah mulai mengenal saya dengan baik.
Dalam hal ini, setelah mereka lulus, proses handling menjadi lebih mudah, baik bagi mereka yang kembali ke daerah asal maupun yang tetap praktik di regional Sulawesi.
Selain hal di atas, saya juga melakukan beberapa kegiatan workshop Hand dan Foot/Ankle, dengan tujuan pengenalan alat Osteomed secara komprehensif.
Saya tetap menjaga hubungan dan relationship di Departemen Orthopedi (Teaching Hospital), mulai dari residen, konsulen, Ka. SMF bagian, serta sekretaris bagian (yang sangat berguna untuk informasi dokter-dokter angkatan yang akan lulus, termasuk daftar dokter ortopedi: alamat rumah, tempat praktik, tanggal lahir, dan lain-lain).
Saya juga menjaga hubungan dengan Ka. Perawat Bedah Ortopedi (untuk informasi pemakaian operasi, jadwal visit dokter, serta alat apa saja yang digunakan).
Selain itu, saya membangun komunikasi dengan Ka. OK/IBS melalui edukasi mengenai maintenance/perawatan alat yang digunakan serta cara pemakaiannya, agar komunikasi dengan user menjadi lebih intens.
Memang bukan hal yang mudah untuk menangani teaching hospital. Namun jika kita menjalaninya dengan persisten dan membangun komunikasi yang baik, hubungan dengan para residen akan terasa seperti teman sendiri. Dan pada akhirnya, kita juga bisa lebih akrab dengan para konsulen ortopedi.
Sekian sharing dari saya. Apabila masih banyak kekurangan, mohon dimaklumi.
Terima kasih