Materi
Assalamualaikum & selamat malam teman-teman semua.
Bagi yang belum kenal, perkenalkan saya Viya dari Axelia Samarinda.
Sebelumnya terima kasih untuk teteh Yuli, Pak Decky, & Mba Lili yang sudah memberikan kesempatan untuk sharing dengan tema:
“Mencari Cuan Insentif Gede Bukan Cuma Sekedar Gaji.”
Saya bergabung dengan PHI pada tahun 2013. Saat itu Samarinda belum ada PS (Product Specialist), posisinya masih vacant.
Setelah beberapa bulan berjalan, sales yang awalnya hanya 12–20 juta/bulan perlahan naik, alhamdulillah sampai 150 juta/bulan di 1 RS. Operasi yang awalnya hanya 2–3 kali/bulan, sekarang menjadi 3–4 kali/minggu.
Saya juga sudah menjual 3 unit Bard dalam 2 tahun, dan tentu insentifnya juga sangat lumayan. Saya terus mencari cara agar dapat insentif lebih banyak, dengan menambah area baru seperti Tenggarong, Balikpapan, sampai ke Kaltara (Kalimantan Utara), dan terbaru sudah sampai IKN (Ibu Kota Negara). Alhamdulillah, insentif juga terus bertambah.
Selain mengerjakan RS pemerintah, ladang cuan tercepat mendapatkan insentif adalah pengerjaan RS Swasta. Caranya dengan mendekati user, karena seringkali operasi tertunda akibat keterbatasan set mobile. User biasanya mau mengajukan alat dan membantu push ke manajemen RS (mulai dari Yanmed = Kepala Pelayanan Medis sampai direktur). Contoh pembelian yang berhasil seperti Hermina Balikpapan & RS Mulya Medika 💪🏻
Jika ada info hot lead, saya langsung hubungi dan dekati user tersebut. Menambah user baru, target saya adalah user yang baru lulus. Karena menurut saya, jika ada spesialis baru dan sebelumnya belum ada spesialis itu di RS, berarti user pasti butuh alat dan RS akan memprioritaskan kebutuhan tersebut. Selain dokter, saya juga sering kunjungan ke perawat, sekretaris SMF (Subbagian Medis Fakultas / Spesialisasi), farmasi, gudang farmasi, sampai manajemen RS untuk mencari info dana RS
Aktivitas saya jalankan secara continue (kontinu), baik detailing produk secara persistent, demo produk, presentasi, atau workshop (WS) dibantu tim marketing Mba Gita dan Mba Ratih, serta menjaga hubungan baik dengan user. Point-nya, saya harus action aktivitas di area saya supaya cepat menghasilkan sales.
Jangan lupa follow up Tagihan / AR (Account Receivable / Piutang RS) juga. Kita harus tahu RS mana yang pembayarannya kurang bagus/jelek, karena bisa mempengaruhi insentif yang terhold di cabang. Harus dipush yang sudah jatuh tempo, sehingga insentif bisa lancar ditransfer.
Seperti yang Pak Decky sering infokan: “By cabang, proses tidak akan mengkhianati hasil (S = F A.Q)”
- S = Success / Kesuksesan
- F = Fokus
- A.Q = Action yang Berkualitas
Saya bangga sekali bekerja di PHI. Selain ada insentif reguler yang unlimited per bulan, ada juga insentif triwulanan yang harus dikejar berdasarkan produk, sehingga cuan insentif akan bertambah. Alhamdulillah, tiap tahun saya juga bisa ikut trip reward dari Jepang sampai Eropa
Terima kasih teman-teman sudah mau mendengarkan cerita seorang Viya. Dan tentu saja, terima kasih juga untuk semua tim HO, Marketing, Logistik, teteh Yuli, Mba Endah, Mba Lili, Pak Decky, yang sudah support saya sampai sekarang.
Wassalamualaikum & selamat malam semua