Sharing Session

Suksesku Bukan Sebuah Kebetulan,"Tapi Hasil Kerja Keras”

18 Jul 2025
Ryo Candra Putra Zebua Ryo Candra Putra Zebua

Materi

Selamat Malam teman-teman semua dan Bestie 🙏

Perkenalkan, saya Ryo dari Tim Axelia Jakarta 2.
Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tim HO, Teh Yuli, Pak Decky, Mba Lili, dan Mas Bambang yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berbagi pengalaman malam ini.

Tema sharing saya malam ini adalah: “Suksesku Bukan Sebuah Kebetulan, Tapi Hasil Kerja Keras.”

Awal perjalanan saya sebelum bergabung dengan Tim Axelia Jakarta adalah di Tim Althea Jakarta pada tahun 2019 hingga 2020. Namun, akhirnya divisi Althea dilebur, dan saya pun masuk ke Tim Axelia.

Pada awalnya, saya sedikit mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan produk Axelia yang saya pegang. Namun, berkat bimbingan dan kerja sama dari Tim Jakarta 1, saya akhirnya bisa memahami produk yang ada di Axelia. Proses saya di Tim Axelia Jakarta 1 hanya berlangsung selama 6 bulan, kemudian saya dipindahkan ke Tim Jakarta 2 dan bergabung dengan Tim SBO.

Atas kepercayaan dan arahan dari Pak Decky, Mas Bambang, dan seluruh tim, saya akhirnya bisa memahami proses kerja dengan lebih baik. Saat ini, area yang saya pegang adalah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Saya juga diberi kesempatan untuk fokus mengerjakan proyek tender RS Polri, selain beberapa rumah sakit lain yang menjadi tanggung jawab saya di area tersebut.

Selama bergabung dengan Tim Jakarta 2, banyak pelajaran dan pengalaman yang saya dapatkan. Contohnya, saya menjadi paham alur tender di rumah sakit pemerintah maupun swasta, serta mampu memetakan area yang berpotensi untuk mendapatkan tender.

Di tiga bulan pertama, saya menghadapi banyak tantangan di area saya karena fase transisi, terutama terkait pencoveran dokter spesialis Orthopaedi. Banyak stok yang kosong, namun setelah koordinasi dengan tim Marketing, masalah tersebut dapat teratasi.

Di bulan kelima, saya mulai menemukan potensi yang besar di area saya, terutama di RS Polri, di mana saya pertama kali mencoba mendapatkan tender di sana. Prosesnya tidak semudah yang saya harapkan, namun saya tidak menyerah. Saya terus mencari peluang dan melakukan maintenance terhadap user di RS Polri melalui berbagai cara, seperti:

  • Entertain RTD
  • Demo produk
  • Home visit

Berkat usaha tersebut, dokter di RS Polri mulai bersedia membantu memasarkan produk Osteomed Orthopedi, meskipun awalnya belum banyak. Saya juga berusaha menjalin hubungan baik dengan Kepala KSM Orthopaedi saat itu, Dr. Sigit Wedhanto SpOT, melalui kunjungan yang konsisten dan follow-up berkala.

Akhirnya, setelah beberapa kali menawarkan SPH, beliau menghubungi saya dan mengajak bertemu di Masjid dekat RS Polri setelah sholat Magrib. Dari situ, saya mendapatkan kesempatan untuk mengajukan 6 unit Mesin Osteopower melalui SPH, yang kemudian dikurangi menjadi 3 unit sesuai budget RS. Di tahun-tahun berikutnya, saya berhasil mengajukan unit tambahan serta instrumen lain seperti HPS dan Extremilock Ankle.

Untuk memperkuat pengajuan SPH, saya selalu meminta rekomendasi dari user berupa usulan pengajuan alat, yang bisa berbentuk Nota Dinas, Telaah/Kajian, atau draf usulan produk. Saya juga rutin menanyakan ke bagian Pengadaan/Perencanaan RS apakah diperlukan presentasi atau demo terlebih dahulu.

Tahun ini, saya mengajukan produk seperti Arch Wrist Tower, HPS, Elbow, Pelvic, dan Extremilock Foot, dan saat ini masih menunggu informasi dari PPK terkait pengajuan tersebut. Semua pencapaian ini tidak lepas dari koordinasi dan kerja sama tim Jakarta (DSM, NSM) serta tim Marketing. 🫰🏻

Sekian sharing dari saya malam ini. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Decky, Mas Bambang, Mba Lili, Mb Gita, dan seluruh tim HO atas bimbingan, dukungan, dan arahan selama ini, sehingga saya bisa berada di posisi saya saat ini.

Salam sehat dan sukses untuk kita semua!

Edited by Tim IT - PHI Updated 5 days ago

QnA Sesi

Pengalaman saya menghadapi user di RS Polri, kita harus rajin dan sering melakukan kunjungan secara konsisten, serta membangun pendekatan secara emosional, baik di dalam maupun di luar RS. Kita juga harus fast response setiap kali user Polri membutuhkan alat operasi, jam berapapun itu. 

Berdasarkan pengalaman saya, kiat yang dapat dilakukan adalah menjaga komunikasi dengan user sebaik mungkin. Dengan komunikasi yang baik, ketika terjadi kendala stok kosong, dokter dapat memahami kondisi yang ada.

Menurut saya, tantangan terbesar adalah mendapatkan kepercayaan dari user,

Cara saya mengatasi perubahan produk dari Althea ke produk yang lebih spesifik di Axelia adalah dengan kembali kepada diri kita sendiri. Jika kita memiliki tekad, niat untuk terus berkembang, dan keinginan untuk maju, maka kita pasti dapat beradaptasi dengan produk baru.

Treatment yang saya lakukan adalah memastikan user merasa nyaman terlebih dahulu dengan kami. Terkait pengajuan 6 set, hal tersebut memang merupakan kebutuhan Orthopaedi pada saat itu. Untuk di OK sendiri, mesin bor sebenarnya sudah tersedia, namun jumlahnya masih kurang mengingat volume operasi Orthopaedi saat itu cukup tinggi.

Berdasarkan pengalaman saya, untuk memunculkan kebutuhan rumah sakit, kita harus memulainya dari user terlebih dahulu, karena merekalah yang paling memahami kebutuhan di lapangan.

Untuk pendanaan di rumah sakit Polri, mereka menggunakan dana BLUD.

Hal tersulit yang pernah saya alami saat pertama kali menggarap rumah sakit Polri adalah membangun kepercayaan user kepada kita. Untuk menangani pergantian Karumkit dan staf baru, saya mencoba mencari informasi terlebih dahulu dari user, serta menggali informasi dari staf lama yang sebelumnya terlibat. 

Noted

-
Kembali