Sharing Session

How to Nurture the Next Specialist (Resident)

18 Feb 2025
Yanuar Nugraha Yanuar Nugraha

Materi

Assalamualaikum, selamat malam.
Izin sharing kepada Pak Mulki, Pak Decky, dan para senior PHI terkait proses nurture atau pembinaan hubungan dengan PPDS/Residen di rumah sakit pendidikan (teaching hospital).

Nurture berarti membina serta menjalin hubungan baik dengan residen. Bagi rekan-rekan yang memegang area teaching hospital, komunikasi dan interaksi dengan PPDS/residen adalah hal yang sangat penting. Mereka adalah aset jangka panjang bagi kita ketika nantinya telah lulus dan menjadi dokter spesialis, baik di area kita maupun area lain.

Berikut yang saya lakukan dalam membina hubungan dengan PPDS/residen hingga mereka lulus dan menjadi spesialis:

1. Bangun hubungan baik dengan Konsulen, KSM, atau Kepala Departemen

  • Jalin bonding yang baik dengan konsulen dan pimpinan departemen.
  • Adakan Workshop (WS) khusus untuk departemen dengan tujuan meningkatkan keterampilan residen dalam penggunaan alat-alat kita.
  • Alternatif lainnya adalah membuat RTD (Round Table Discussion).
  • Jika memungkinkan, ajak konsulen atau residen untuk makan, ngopi, atau berdiskusi santai. Jika mereka tidak bisa, setidaknya bawakan kopi atau bentuk perhatian lainnya.
  • Bila hubungan kita dekat dengan konsulen/KSM, residen biasanya akan lebih menghargai dan terbuka pada kita.

2. Bangun hubungan emosional dengan residen

  • Sering mengajak diskusi informal: nongkrong, berbicara mengenai hobi, atau sekadar berbagi cerita agar mereka merasa nyaman.
  • Ketahui kapan mereka akan lulus dan rencana penempatan setelah menjadi spesialis.
  • Berikan perhatian pada momen kelulusan, misalnya dengan mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk apresiasi.
  • Usahakan agar hubungan emosional terbangun dengan baik. Dengan demikian, bila mereka membutuhkan alat, mereka akan menghubungi kita terlebih dahulu.

3. Fokus pada Residen Semester 5

  • Biasanya pada semester 5, residen sudah mulai memesan alat untuk konsulen melalui vendor, serta mulai terbagi dalam sub-spesialisasi.
  • Inilah momen penting untuk mulai membina hubungan lebih intens.

4. Residen Semester 5–8

  • Minimal satu kali dalam sebulan, ajak mereka ngopi atau berkumpul per grup residen.
  • Selama PHI dapat memberikan dukungan untuk aktivitas tersebut, lakukan selama tujuan dan objektifnya jelas.

5. Layani residen seperti konsulen

  • Ketika residen memesan alat, pastikan tanggung jawab dan pelayanan yang kita berikan sama baiknya seperti saat melayani konsulen.
  • Jika alat tidak lengkap, residen bisa mendapat teguran dari DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan).
  • Posisikan diri kita sebagai residen: kapan pun konsulen membutuhkan alat, kita harus merespon cepat.

6. Anggap mereka sebagai rekan satu angkatan

  • Perlakukan residen seperti teman sebaya, bangun pendekatan yang tidak kaku namun tetap profesional.

7. Masuk melalui hobi mereka

  • Beberapa residen memiliki hobi seperti futsal, basket, bersepeda, atau kegiatan lainnya.
  • Mengikuti atau mendukung hobi mereka dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kedekatan.

8. Setelah lulus sebagai Spesialis

  • Pada berbagai event, kita pasti akan kembali bertemu mereka.
  • Kita juga dapat menginformasikan kepada tim atau area lain jika mereka ditempatkan di luar daerah, sehingga proses nurture dapat berlanjut di area tersebut.
  • Sebenarnya, nurture sudah menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari. Tinggal bagaimana kita mengembangkan improvisasi sesuai karakter area dan budaya masing-masing rumah sakit. Hubungan baik dengan PPDS/residen memiliki manfaat besar dalam jangka panjang. Setelah mereka menjadi spesialis, akan jauh lebih mudah bagi kita untuk bekerja sama dan menawarkan alat di rumah sakit tempat mereka bertugas.
  • Demikian yang dapat saya sampaikan.
    Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi untuk rekan-rekan semua.
Edited by Tim IT - PHI Updated 5 days ago

QnA Sesi

Hal tersebut wajar karena setelah menjadi spesialis, rasa pride mereka meningkat. Kuncinya tetap jaga komunikasi yang santun, beri perhatian, dan hargai pencapaian mereka agar hubungan tetap baik.

Residen tidak berperan besar dalam mengusulkan kebutuhan alat, namun penting sebagai sumber informasi pemakaian di lapangan.

  • Semester 5: Sering order alat.
  • Semester 7-8: Perlu dipantau agar bisa mendorong konsulen memakai alat kita.
  • Semester 9: Fokus kelulusan, tapi perlu dijaga komunikasinya agar saat penempatan bisa membantu usulan alat di RS baru.

Keputusan tetap di konsulen. Jika konsulen sudah yakin dengan produk kita, residen akan mengikuti.

Hal tersebut adalah tantangan di lapangan. Kuncinya percaya diri dan tidak perlu sungkan. Sampaikan tujuan dengan santai, ajak ngobrol ringan atau ngopi agar suasana lebih cair.

Wajar jika spesialis baru mengikuti senior di tempat praktiknya. Strateginya, kita bisa arahkan agar di rumah sakit lain tempat ia praktek, tetap menggunakan produk kita. Seiring waktu, saat ia menjadi senior, keputusan pemilihan produk akan lebih mudah dipengaruhi kembali.

Sampaikan secara langsung namun sopan, misal dengan alasan harus izin ke konsulen atau adanya batasan dari perusahaan. Bisa juga dijelaskan bahwa frekuensi entertain dibatasi, misalnya cukup 1–2 bulan sekali. Intinya, jaga hubungan tetap baik dengan pendekatan win-win, tanpa melanggar batas profesional.

Noted

-
Kembali