Materi
Terima kasih kepada Tim HO — Teh Yuli, Mb Lili, dan Pak Decky — yang malam ini telah memberikan kesempatan untuk sharing mengenai
bagaimana menguasai tender/project di area UC maupun luar kota.
Tidak terasa saya sudah 8 tahun bekerja di PHI, mulai dari PS hingga menjadi DSM. Di sinilah saya belajar proses berpikir yang berbeda. Jika dulu fokus pada diri sendiri, kini saya belajar memahami berbagai karakter dalam tim. Di sinilah SENI leadership itu dimulai. Saya belajar berpikir dengan skala prioritas, efektifitas, serta menjaga komunikasi tim (teamwork). Dengan target yang diberikan setiap tahun, saya berusaha berpikir lebih smart, apa yang bisa saya lakukan untuk membantu tim Jatim agar mencapai target dan seluruh tim bisa ikut trip.
Kami menjalankan teamwork dengan komunikasi intens, monitoring PS, cek update PCL mana yang belum goal, dan mendampingi area yang masih belum close, terutama UC project yang berhubungan dengan PCL.
Selain Jatim, saya juga dipercaya HO menangani area NTT. Alhamdulillah area yang sebelumnya “zonk sales” kini mulai terbentuk project secara konsisten. Melalui visit persisten dan membangun hubungan dengan user, peluang project mulai terbuka dan akhirnya terealisasi. Tiap tahun bahkan kembali muncul usulan project baru.
Berikut beberapa cara saya dan tim menguasai tender/project di area UC atau luar kota:
- Memahami kebutuhan dan prioritas RS
Cari tahu kebutuhan alat, riset dana RS, dan track record pembayarannya. Identifikasi decision maker. Contoh: di RSUD Pasuruan, decision maker adalah Wadir Pelayanan. Dengan pendekatan yang tepat dan penyampaian benefit produk, tahun lalu pengguna akhirnya memilih Osteopower, meski awalnya meminta alat lain.
- Membangun jaringan dan hubungan
Bangun relasi dengan direktur, kepala departemen, dokter, kepala OK, dan manajemen RS. Dari sini kita bisa memahami arah anggaran, prioritas, serta peluang tender.
- Memetakan user dan potensi jangka panjang
Untuk area NTT, saya memetakan dokter-dokter yang sedang sekolah di Surabaya. Saat mendekati kelulusan, saya minta i-sign pada brosur/SPH, dan data ini saya bawa ke RS tujuan sebagai bukti bahwa user sudah familiar dengan alat kita. Contoh: dokter bedah mulut lulusan Soetomo akhirnya membeli Osteopower di RSUD Kupang.
- Menawarkan solusi yang tepat
Berikan solusi sesuai kebutuhan RS. Misalnya, untuk operasi bedah mulut yang sering memotong tulang, RS hanya punya Gigli. Kita tawarkan Osteopower untuk mempercepat waktu operasi dan membuat user lebih nyaman.
- Presentasi yang efektif
Presentasikan solusi secara jelas, singkat, dan mudah dipahami. Bisa online jika jarak jauh. Tekankan keunggulan kita: trade in, maintenance pasca pembelian, backup alat saat unit rusak, dan kecepatan service.
- Monitoring project & teamwork
Monitoring sangat penting agar project tidak hilang (lost). Update PCL setiap bulan, cek korelasi dengan RAB RS, serta pastikan budget dan tipe pembayaran jelas. Hindari project dengan tempo pembayaran tidak jelas atau menggunakan GAR yang terlalu lama.
Saya juga melakukan pendekatan ke user dan bagian pengadaan BHP agar bisa pembelian putus dalam 3–6 bulan sesuai kebutuhan, sehingga UC lebih efisien dan sales bulanan bisa terlihat cepat. Semua ini tentu tidak terlepas dari dukungan Tim HO: Teh Yuli, Pak Decky, Mb Lili, Beb Gita, Beb Ratih, dan Mas Roby yang selalu memberikan arahan untuk tim Jatim.
Yang terpenting:
Focus. Follow up. Persisten.
Apa yang kita kerjakan hari ini akan menentukan hasil kita ke depan.
Bersama Kita Bisa!