Sharing Session

Development Create Project

25 Mar 2025
Widi Sasongko Widi Sasongko

Materi

Bismillahirrahmanirrahim.
Selamat malam semuanya.

Terima kasih untuk Teteh, Pak Deky, dan Mbak Lili yang selama ini sering membantu kami di Makassar. Akhirnya saya kebagian juga sesi sharing experience malam ini.
Terima kasih juga untuk teman-teman senior dan para bestie. Pada kesempatan ini saya akan berbagi tentang:

DEVELOPMENT CREATE PROJECT

Perjalanan ini dimulai pada tahun 2012, ketika saya “go internasional” ke Indonesia Timur untuk mengembangkan PHI. Makassar–Manado menjadi home base kami saat itu.

Langsung saja saya bagikan bagaimana cara saya melakukan:

DEVELOPMENT CREATE PROJECT

  1. Karakteristik Indonesia Timur

Wilayahnya sangat luas, namun populasi penduduk tidak sebesar di area Jawa. Ini yang membuat proses menciptakan project dan sales sering terasa seperti asem manis—penuh tantangan tapi juga menyimpan banyak peluang.

  1. Pembagian Development Area (Core – Middle – Outer)
  • CORE — Teaching Hospital & RSUD Kota

Area ini menjadi pusat rujukan, pusat data, dan pusat kebutuhan alat.
Termasuk RSUP Wahidin, RSUP Tadjuddin Chalid, RSUP Prof. Kandou, dan RSUP J. Leimena Ambon. Alhamdulillah seluruh RSUP ini kini telah memiliki Osteopower dan set CMF/SBO berkat kerja keras tim Makassar–Manado.
Well done guys! 

Setelah instalasi dan edukasi di RS pusat selesai, barulah kami migrasi ke area Middle.

  • MIDDLE — RSUD Provinsi, RSUD Kabupaten, dan Dinkes

Cara pengembangannya sebenarnya sama seperti di area lain, namun ada hal yang harus diperhatikan:

Hal penting di area Middle:

  1. Hubungan baik dengan user & manajemen RS
  2. Memahami alur perencanaan anggaran RS
  3. Mengetahui nomenklatur yang diajukan ke pusat

Biasanya pengajuan kebutuhan RS dilakukan dalam dua tahap:

  1. Semester I: Februari – April
  2. Semester II: Juli – Oktober

Contohnya, saat nomenklatur prioritas KJSU masih digunakan, kita bisa mengajukan alat seperti Bard, Osteopower, atau M4. Tahun ini prioritasnya lebih banyak mengarah ke KIA (Ibu dan Anak). Pastikan kita punya data usulan perencanaan yang diajukan ke pusat, supaya pekerjaan lebih mudah dan terarah.

Area Middle yang sudah memiliki instrumen kita:

  1. Sulawesi Tengah – RSUD Undata & RSUD Anutapura
  2. Sulawesi Tenggara – RSUD Bahteramas Kendari
  3. Sulawesi Barat – RSUD Provinsi
  4. Gorontalo – RSUD Aloei Saboe
  5. Sulawesi Selatan – RSUD Labuang Baji, RSKGM Gigi & Mulut

 

  • OUTER — Area Jauh dan Kepulauan

Termasuk Maluku, Maluku Utara, Maluku Tenggara, serta seluruh Papua (6 provinsi sekarang). Pengembangan area ini mirip dengan Middle, hanya datanya lebih minim sehingga komunikasi lebih banyak dilakukan via WA atau telepon.

Parameter pengembangan area Outer:

A. User / IBS

B. Perencanaan RS

C. Direktur Pelayanan Medik

D. PPK

E. Direktur Utama

Untuk user, siapkan Telaah/Justifikasi, terutama di Papua yang selalu meminta dokumen ini. Jangan lupa maintain relasi dengan sesama rekan alkes. Banyak informasi penting biasanya datang dari mereka.

Area Outer yang sudah memiliki instrumen:

  1. Papua: RSUD Dok II Jayapura, RSUD Abepura, RSU Dian Harapan
  2. Papua Tengah: RSUD Mimika, RSUD Paniai, RSUD Nabire
  3. Papua Pegunungan: RSUD Wamena, RSUD Karubaga
  4. Papua Barat: RSUD Kaimana
  5. Maluku: RSUP J. Leimena Ambon
  6. Maluku Tenggara Barat: RSUD Magretti
  7. Maluku Tengah: RSUD Bula Seram

Sedang on progress: RSUD Dok II (tambahan), RSUD Biak, RSUD Mimika. Yang masih menjadi PR: Papua Selatan & Papua Barat Daya.

Hal yang Harus Diperhatikan

Saya ingin berbagi tips penting dari pengalaman pribadi:

  1. Jika usulan sudah cukup sampai PPK — stop dulu. Tidak perlu ke mana-mana lagi kecuali diminta. Semakin banyak yang disinggahi, biasanya semakin panjang urusannya.
  2. Pengusul harus dokter organik/PNS.

Usulan dari dokter organik lebih didengar oleh RS maupun pemerintah.
Jika masih dokter kontrak, peluang tetap ada, namun hambatannya lebih banyak.

  1. Waspadai “pemain lokal” yang mengaku terlibat project.

Di area luar Jawa, hal seperti ini cukup sering terjadi. Makanya penting jaga komunikasi yang rapi dan profesional.

 

Demikian sharing experience dari saya. Mohon maaf bila ada kekurangan, karena saya juga masih terus belajar. Terima kasih semuanya. 

Edited by Tim IT - PHI Updated 5 days ago

QnA Sesi

Pahami Konsep Awal & Alur Pengadaan di RS

  • Harus paham dari mana asal informasi pengadaan alat, apakah dari user atau dari perencanaan RS.
  • Lakukan mapping struktural RS untuk tahu jalur dan pihak-pihak yang terlibat.

Dukung dengan SPH (Surat Permintaan Harga)

  • SPH yang sudah di-sign oleh user menjadi faktor pendukung penting.

SPH ini menjadi dasar pengadaan RS dan biasanya melalui depo terkait (contoh: IBS, IGD).

Dokter organik merujuk pada dokter yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau merupakan bagian dari formasi resmi (angkatan) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Mereka merupakan tenaga medis tetap yang secara struktural terikat pada instansi tersebut.

Nomenklatur adalah daftar nama resmi atau istilah baku yang tercantum dalam sistem Kementerian Kesehatan sebagai acuan dalam perencanaan dan pengadaan alat kesehatan. Nomenklatur ini tercatat dalam menu yang tersedia di platform Kementerian Kesehatan.

Sebagai contoh:

  • Menu Kamar Operasi
    1. Bor Elektrik Ortopedi
    2. Medical Saw
    3. Manual Orthopedic Surgery Instrument Set
    4. Major Surgery Instrument Set Maxillofacial dan Bedah Mulut
    5. dan lain-lain
  • Menu Radiologi
    1. USG
    2. CT-Scan
    3. dan lain-lain

Sebagai tambahan, untuk produk seperti Bard, kategori tersebut masuk dalam menu Kamar Operasi di sub-kategori Minimally Invasive.

Noted

-
Kembali