Sharing Session

Aku Pejuang Tangguh

12 Feb 2025
Eko Wiharyanto Eko Wiharyanto

Materi

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh atasan saya atas arahan serta pendampingan di lapangan, dan kepada tim Jakarta yang selalu saling membantu, khususnya Supri yang berada satu area dengan saya. Tidak lupa saya sampaikan terima kasih kepada tim produk yang selalu mendukung kegiatan demo dan aktivitas lainnya.

Saya bergabung dengan PHI (PT. Pro-health International) sudah memasuki 3 tahun. Sebelumnya saya bekerja di bidang farmasi. Pada awalnya saya mengalami kesulitan karena latar belakang farmasi cukup berbeda dengan sistem kerja di alat kesehatan. Namun justru itu menjadi tantangan untuk mempercepat proses adaptasi saya. Area saya sebelumnya ditangani oleh Mas Davit.

Langkah awal yang saya tempuh adalah mengubah mindset user agar bersedia berpindah ke saya. Proses ini tentu membutuhkan waktu, apalagi area Jakarta Selatan memiliki histori yang cukup baik. Tugas saya adalah melakukan maintenance sekaligus mengembangkan area tersebut agar pencapaian sales tetap kompetitif. Prestasi yang saya capai tidak terlepas dari kolaborasi tim Sales, Marketing, Admin, Logistik, dan Gudang.

Saya merupakan bagian dari tim SBO, fokus pada user ortopedi (ortho) dan BTKV. Karena itu kita wajib memahami karakter dokter ortopedi. Dokter ortho umumnya memiliki etos belajar tinggi serta ketertarikan kuat untuk mempelajari alat-alat baru. Ini menjadi peluang bagi saya untuk melakukan spreading produk baru Acumed.

Proses yang saya lakukan meliputi demo dan RTD. Selama proses demo, banyak user yang tertarik dengan produk Acumed, namun ada juga yang belum berminat. Justru dari situ saya memusatkan perhatian pada user yang belum tertarik, untuk membangun pendekatan lebih dalam.

Ada beberapa momen yang menjadi pengalaman berharga. Salah satunya ketika user membutuhkan alat cito tengah malam, sedangkan tim logistik tidak dapat melayani. Saya berkoordinasi dengan tim logistik dan mengambil inisiatif membantu pengiriman alat di malam hari, lalu paginya saya ikut operasi sekaligus menyempatkan untuk sounding produk Acumed. Momen seperti ini sangat berharga untuk menarik simpati user.

Saya juga pernah ikut tindakan pelvic bersama dr. Andito dari pukul 21.00 sampai pukul 04.00 pagi. Di momen itulah saya memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan beberapa produk Acumed, dan Alhamdulillah beliau bersedia mencoba hampir seluruh produk yang saya presentasikan.

Intinya, sebagai sales kita tidak boleh membatasi diri dengan waktu. Pelayanan kepada user adalah yang utama. Hasil akan mengikuti ketika prosesnya sudah kita jalankan dengan maksimal. Selalu lakukan koordinasi dengan atasan untuk menentukan langkah dan strategi di lapangan. Dalam tim yang besar, kerja sama antaranggota adalah sebuah keharusan.

Sekian cerita singkat dari saya. Mohon maaf apabila ada kata atau tulisan yang kurang berkenan

Edited by Tim IT - PHI Updated 6 days ago

QnA Sesi

Effort utama adalah segera belajar produk dengan cepat. Caranya dengan mencatat semua hal terkait pekerjaan dan produk, lalu aktif bertanya jika ada kesulitan. Belajar dari rekan-rekan yang lebih paham produk juga menjadi kunci agar tidak kesulitan dalam mengejar target user.

Treatment-nya adalah persisten dan sabar. Pelajari karakter user, cari momen untuk berdiskusi lebih lama, serta selalu responsif terhadap kebutuhan user. Kunci utamanya adalah membangun hubungan personal secara konsisten.

Selain support dari marketing, yang paling penting adalah memanfaatkan setiap interaksi untuk membangun kedekatan. Misalnya lewat obrolan santai, membantu secara cepat, atau hadir di saat user butuh solusi. Kuncinya ada di kepekaan dan ketulusan dalam membangun hubungan.

Sebagai sales, kita harus selalu responsif terhadap user dan memberikan servis yang baik tanpa terikat jam kantor. Jangan membatasi diri hanya pada jam kerja formal, karena user bisa saja menghubungi kapan saja, bahkan tengah malam. Respons cepat di luar jam kerja adalah nilai plus yang menunjukkan profesionalisme dan komitmen kita.

Pasti ada kesulitan, tapi ilmu dari farmasi tetap bisa diterapkan di alkes dengan beberapa penyesuaian.
Kiatnya:

  • Tekun belajar produk alkes.
  • Pelajari regulasi rumah sakit, baik swasta maupun RSUD, karena jalurnya berbeda dengan farmasi.

Triknya:

  • Jadi pendengar yang baik dan berikan solusi ke user.
  • Lakukan plan yang sudah disusun.

Cari informasi potensi di area melalui perawat, farmasi, atau tim SMF

Kuncinya adalah membangun trust dengan pendekatan personal. Dengarkan kebutuhan user, edukasi tentang keunggulan produk secara berkelanjutan, cari momen untuk diskusi informal agar lebih cair. Berikan solusi atas pain point mereka. Tidak hanya lewat demo, tapi juga dengan follow-up yang konsisten dan responsif.

Noted

-
Kembali