Sharing Session

Perjalanan Menjadi Jutawan

26 Feb 2025
Sepri Marolob Saragih Sepri Marolob Saragih

Materi

Selamat malam teman-teman. Perkenalkan saya Olop, PS Allied area Tangerang.
Terima kasih untuk Teteh, Mbak Endah, Mbak Chelsy, dan Mas Arthur yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk sharing mengenai:

“Perjalanan Menjadi Jutawan”

Saya bergabung dengan PHI pada November 2019 sebagai PS Allied untuk area Jakarta Utara dan sebagian Jakarta Barat. Setelah training product knowledge, DSM saya, Mas Arthur, mengarahkan saya untuk JV dengan senior saya, Mas Edi dan Mas Indra.
Saya sangat bersyukur bisa JV dengan mereka, karena saya banyak belajar—mulai dari cara sounding alat ke user, cara handling objection, hingga membandingkan alat kita dengan kompetitor. Maklum, sebelumnya saya adalah agen asuransi, jadi pengalaman di alat kesehatan nol besar.

 

Awal Perjalanan — Probation + COVID-19

Masuk tahun 2020, saya mulai turun ke area sendiri. Di saat yang sama, COVID-19 masuk ke RSPI Sulianti Saroso—yang kebetulan adalah area saya. Untungnya, produk Allied sangat dibutuhkan RS saat itu. Hal ini sangat membantu saya sampai akhirnya saya lulus probation.

 

Fase Bandel & Surat Cinta 😅

Tahun berikutnya saya mulai mengerjakan Pentax. Namun… saya akui, saat itu saya agak bandel dan susah diarahkan. Akibatnya, saya sampai mendapat surat cinta alias SP1 dari DSM saya. Di titik itu saya sadar harus berubah. Untungnya NSM saya (si paling Ironman), DSM saya (si paling Harley), dan teman-teman senior di Tim Betawi selalu mendukung dan membimbing saya seperti adik sendiri.

 

Kesempatan Terakhir — Dipindah ke Tangerang

Saat mapping ulang, saya ditempatkan di area Tangerang. Ini kesempatan terakhir saya—kalau gagal, NSM dan DSM saya sudah siap meminta saya reinkarnasi. Akhirnya saya mulai serius, mengikuti arahan DSM, dan mengerjakan area ini dengan sungguh-sungguh.

 

Project Pentax 2M — Perjuangan Mencari PPK

Saat mengerjakan project Pentax di RSU Kabupaten Tangerang, tantangan terbesar saya adalah:
PPK-nya susah ditemui.

Saya cari informasi ke security:

  • keluar kantor jam berapa,
  • ngopi di mana,
  • mobilnya yang mana,
  • sampai cari tahu mukanya seperti apa.

Saya dapat info bahwa PPK sering ngopi di coffeeshop depan kantor manajemen. Saya mulai nongkrong di sana sambil tanya-tanya ke pegawai: “Yang mana sih dr. Dadang?” Akhirnya saya bertemu juga dengan beliau. Yang membuat suasana langsung cair adalah ketika beliau bilang istrinya orang Batak dan boru Saragih—sama seperti marga saya.
Jadi obrolan pertama malah bahas silsilah keluarga Batak, bukan project. Pertemuan selanjutnya baru masuk ke project: ada permintaan alat fleksibel dari Poli THT.
Beliau mengarahkan saya ke Penunjang Medik dan meminta semua user menandatangani penawaran untuk bisa masuk prioritas.

 

Drama Instagram — PPK Mode Puber 

Ada satu hal lucu. PPK-nya meminta Mbak Endah untuk follback Instagram-nya, karena beliau pernah lihat IG story saya. Bisa aja tuh buaya satu. Pernah juga PPK-nya telepon NSM saya. NSM saya malah mengira itu kurir Tokopedia. Padahal PPK-nya telepon di sebelah saya. Ya beginilah NSM saya… efek kebanyakan checkout. Setelah semua berkas lengkap, saya dan DSM kembali menghadap PPK. DSM saya kemudian membantu closing.

Keesokan hari saya follow up untuk pengklikan, tetapi ada masalah besar:
PPK tidak mau klik sebelum Mbak Endah nelpon dia dan follback IG-nya.
Katanya, puber-nya belum habis. Walaupun terdengar konyol, tapi ini benar-benar terjadi dalam project ini. Setelah semua “persyaratan khusus” terpenuhi… Akhirnya Pentax 2M di-klik

Dan setelah RS melakukan pembayaran, saya menunggu insentif 34 juta yang masuk ke rekening. Momen yang tak terlupakan.

 

Masuk Era PUSEN — Dari Tidak Paham Hingga Mendampingi Operasi

Bulan September keluar product baru: Pusen. Awalnya saya sounding sambil ikut demo, ditemani DSM, BM, dan applicant karena saya belum paham.

Kerjasama tim sangat terasa:

  • Saya follow up user & OK
  • DSM dan applicant dampingi operasi
  • NSM closing dengan Ka SMF

Setelah belajar dan mulai percaya diri, saya akhirnya diizinkan mendampingi operasi sendiri, mulai dari tindakan RIRS dan lainnya. Sekarang malah NSM dan DSM suka minta belajar ke saya. 

 

Ucapan Terima Kasih

Semua ini tidak lepas dari support:

  • HO
  • Teteh
  • Mbak Endah
  • Mbak Chelsy
  • Mas Arthur
  • Mas Hifziel
  • Mbak Dewi
  • Serta seluruh tim Betawi

Mereka semua membimbing saya dengan kekeluargaan dan memberikan motivasi untuk bangkit dan berubah.

Demikian sharing dari saya. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang tepat. Saya masih terus belajar, dan saya akan selalu menerima masukan serta bimbingan dari senior-senior semua. Tuhan memberkati kita semua. HORAS!

Edited by Tim IT - PHI Updated 5 days ago

QnA Sesi

Percaya diri dibangun dari motivasi personal dan dukungan lingkungan. Percakapan mendalam mengenai tujuan hidup, tanggung jawab keluarga, dan potensi diri menjadi awal. Dukungan tim yang terus memberikan semangat juga sangat berperan. Intinya, percaya diri tumbuh ketika ada keyakinan bahwa potensi diri tidak boleh disia-siakan.

Prosesnya memakan waktu sekitar 4 tahun. Kunci percepatan ada pada kedisiplinan mengikuti arahan dan komunikasi aktif dengan atasan. Setiap kendala di lapangan segera dilaporkan agar mendapatkan solusi tepat. Dengan begitu, kerja menjadi lebih terarah dan efektif.

Perbaikan dimulai dari diri sendiri, khususnya manajemen waktu. Saya memperbaiki kedisiplinan dalam kunjungan area dan aktif meminta arahan dari DSM dan NSM. Dengan pendampingan tersebut, perbaikan personal berdampak pada kemajuan area dan meningkatkan kepercayaan atasan.

Noted

-
Kembali